Dalam dunia perdagangan internasional, FAQ Import China–Indonesia menjadi panduan penting bagi UMKM yang ingin mulai mendatangkan barang dari China dengan lebih aman, efisien, dan hemat biaya. Artikel ini merangkum pertanyaan–pertanyaan paling sering ditanyakan pemula, sehingga Anda bisa memahami proses impor dari awal hingga barang tiba di gudang atau lokasi Anda.
Table of Contents
ToggleMemahami Dasar Import China–Indonesia
Banyak UMKM tertarik impor dari China karena harga kompetitif, pilihan produk luas, dan potensi margin tinggi. Namun tanpa pemahaman dasar, proses ini bisa terasa rumit. Berikut hal utama yang wajib diketahui sebelum memulai.
- Perbedaan jalur import (udara, laut, dan kereta).
- Dokumen wajib seperti invoice, packing list, dan HS Code.
- Peran jasa forwarder import atau jasa door-to-door.
Secara umum, UMKM bisa mengandalkan jasa forwarder untuk menyederhanakan seluruh proses. Forwarder akan membantu pengurusan bea cukai, pembayaran pajak, hingga pengiriman ke alamat tujuan hanya dari invoice supplier.
Menentukan Jalur Pengiriman yang Tepat
Pemilihan jalur pengiriman sangat mempengaruhi biaya, kecepatan, dan risiko. UMKM harus menyesuaikan kebutuhan dengan karakter barang dan anggaran.
- Jalur Udara: cepat (5–10 hari), cocok untuk barang ringan atau urgent.
- Jalur Laut: paling hemat, estimasi 20–35 hari.
- Jalur Kereta: untuk negara tertentu, lebih stabil dibanding udara.
Bagi UMKM dengan modal awal terbatas, jalur laut biasanya menjadi pilihan karena ongkir per kg lebih terjangkau. Namun jika butuh cepat untuk stok awal atau sampel, jalur udara lebih ideal.
Perhitungan Biaya Import
Biaya merupakan topik paling sering ditanyakan dalam FAQ Import China–Indonesia. Terdapat beberapa komponen biaya utama yang mempengaruhi total landing cost barang UMKM.
- Harga barang dari supplier (FOB atau EXW).
- Ongkir internasional berdasarkan berat/volume.
- Pajak impor (PPN, PPh, Bea Masuk – jika ada).
- Biaya tambahan seperti handling, storage, atau document fee.
Dengan jasa forwarder DDP (Delivery Duty Paid), semua biaya sudah termasuk pajak, sehingga UMKM cukup melihat harga per kg atau per CBM. Ini sangat membantu pemula karena tidak perlu mengurus perhitungan pajak yang rumit.
Cara Memilih Supplier Terpercaya di China
Pemilihan supplier merupakan fondasi penting agar proses impor berjalan lancar. Banyak kasus kerugian UMKM terjadi karena kurangnya verifikasi sebelum transaksi.
- Menggunakan platform tepercaya seperti Alibaba, 1688, atau Taobao.
- Cek reputasi supplier (review, rating, lama beroperasi).
- Meminta sampel sebelum order besar.
- Menghindari pembayaran di luar platform atau tanpa kontrak.
Beberapa UMKM juga memilih menggunakan jasa sourcing untuk memastikan kualitas barang sesuai kebutuhan. Dengan pendampingan profesional, risiko kesalahan produk dapat diminimalkan.
Dokumen dan Proses Kepabeanan
Dokumen kepabeanan merupakan bagian yang sering membingungkan pemula. Namun dengan bantuan jasa import door-to-door, prosesnya jauh lebih sederhana.
- Invoice & Packing List: berisi detail barang dan jumlah.
- HS Code: menentukan kategori barang serta pajak.
- Bill of Lading / Airway Bill: dokumen transportasi.
Jika menggunakan jasa forwarder, Anda cukup menyerahkan invoice dari supplier. Forwarder akan menangani proses clearance, penentuan pajak, dan persyaratan dokumen lainnya. Inilah alasan mengapa UMKM sangat terbantu dengan layanan DDP.
6. Waktu Tiba (Lead Time) & Pengambilan Barang
Lead time impor berbeda-beda tergantung jalur, musim, dan kondisi operasional pelabuhan. Penting bagi UMKM untuk memiliki ekspektasi realistis dalam perencanaan stok.
- Udara: rata-rata 7–10 hari kerja.
- Laut LCL: 20–35 hari kerja.
- Laut FCL: lebih cepat karena tanpa konsolidasi.
Setelah barang tiba di Indonesia, forwarder akan melakukan distribusi ke gudang atau alamat Anda. UMKM dapat mengambil barang dari gudang forwarder atau memanfaatkan layanan pengiriman last-mile.
Tabel Ringkasan Proses
| Proses | Deskripsi |
|---|---|
| Pilih Supplier | Mencari dan memverifikasi supplier terpercaya di China. |
| Tentukan Jalur Kirim | Memilih udara atau laut sesuai kebutuhan UMKM. |
| Pengiriman ke Gudang China | Supplier mengirim ke gudang forwarder (Guangzhou/Yiwu). |
| Consolidation & Shipping | Barang digabung dan dikirim ke Indonesia. |
| Custom Clearance | Forwarder mengurus pajak dan bea cukai. |
| Distribusi Barang | Barang dikirim ke alamat atau diambil di gudang. |
FAQ Seputar FAQ Import China–Indonesia
- Berapa lama waktu impor dari China ke Indonesia?
Udara 7–10 hari, laut 20–35 hari tergantung kondisi. - Apakah UMKM bisa impor tanpa izin?
Bisa menggunakan jasa forwarder DDP untuk mempermudah proses. - Bagaimana cara mengetahui pajak impor?
Pajak ditentukan dari HS Code, namun forwarder dapat mengurus semuanya. - Apakah aman impor barang elektronik?
Aman jika memenuhi regulasi dan menggunakan supplier tepercaya. - Berapa minimal kg untuk mulai impor?
Bisa mulai dari 1 kg atau 1 box melalui jasa pengiriman cargo.
Kesimpulan
Proses impor sebenarnya mudah jika memahami alurnya. Dengan panduan FAQ Import China–Indonesia, UMKM bisa menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko kesalahan. Menggunakan jasa forwarder door-to-door membuat proses menjadi sangat sederhana bahkan bagi pemula.
Jika Anda ingin kirim barang dari supplier China ke Indonesia, mulai dari 1 box, jalur udara atau laut, dan tanpa ribet urus bea cukai, Hugo Express siap bantu. Konsultasi gratis via WhatsApp: 081918928389. Dapatkan solusi import cepat, aman, dan hemat untuk UMKM Anda.